21 Mar 2013

#2 MASA KECIL

Sahabat di Kampung Seketeng


Masa kecil adalah masa yang paling indah, Kita semua tentu pasti pernah melewati waktu ini. Waktu dimana Kita belajar berjalan, belajar berkomunikasi, belajar mengenal sekitar. Saya sangat beruntung bisa hidup diantara keluarga besar saya yang seluruhnya satu kampung itu adalah keluarga Saya. Yaaah saya besar di pusat kota Sumbawa besar tepatnya di daerah Seketeng. Wilayah ini wilayah yang strategis di mana di situ ada Lapangan (sekarang alun-alun kota), Pendopo ( tempat rapat kepala daerah), Istana Raja (Dalam Loka) dan Masjid Agung Nurul huda...Eeeits tidak lupa pula pusat belanja terbesar Sumbawa yakni Pasar Seketeng. Luaaar biasa!
Di masa pertumbuhan Saya mempunyai teman2 yang baik sekali, yang membantu saya bisa lebih akrab dengan sesama bahkan menghormati orang yang berbeda.  Inilah mereka, mereka merupakan bagian dari hidup saya dan perkembangan Saya sampai saat ini:

Hilman: Hilman saputra namanya, dia merupakan sepupu saya  karena Ayahnya adalah Adik kandung Ibu saya. Kami sangat akrab hingga dari kecil kita mempunyai permainan yang sama. Dari sepeda roda 3 yang dulunya sangat ngtrend dan langka kami mempunyainya~ sejauh yang saya ingat yang pertama kali di Kampung mempunyai sepeda itu adalah Hilman...hehehe
Suatu hari Ayah hilman ; Om Ajo pernah membuat lapangan tenis meja biasa di sebut ping-pong, itu sekitar tahun 1998/1999  , dan kebetulan Kami awam dengan permainan satu ini. Kami hanya bisa melihat orang bermain bagaimana cara bermain ternyata mainnya gampang. Bola itu jangan sampai nggak kena bed yang kita pegang., Udah itu aja trus kita main seperti tim yang saling umpan2 deh...hehehe
Siang hari yang biasanya Saya waktu itu di wajibkan tidur siang sama Bapak dan Ibu tetapi berhubung ada kakak ibu; Om Uce datang dari Batam saya coba menemani beliau saat itu. Beliau waktu itu lagi santai-santai ngobrol di rumah Om Ajo (rumah keluarga besar Kami)  berkata “Coba kalian main tenis meja, nanti yang menang dapat uang jajan sebesar Rp.1000” Wah sontak Kita saling bertatapan dengan Hilman, Ayooo dengan semangat kami bermain pimpong aka tenis meja. Setelah melewati 3 babak saya  hanya menang 1x  dan Hilman menang 2x jadi yang berhak mendapatkan duit Rp.1000 itu adalah Hilman. Dan dari sinilah lahir sejarah bahwa saudara saya ini memiliki skill dan prestasi di bidang tenis meja/pimpong. Yupp Hilman merupakan Atlit pimpong hingga saat ini, dia sudah memperoleh banyak gelar juara di tingkat Provinsi dan membawa nama Sumbawa besar di tingkat nasional.  Saya dan Keluarga besar sangat bangga dengan prestasinya, semoga kelak Kamu mampu menjadi pelatih dan promotor atlit  di Tana Samawa.

Rian: Rian adalah seorang teman dia sama besarnya sama Hilman (satu angkatan dan satu SD juga). Rian ini teman yang periang dan mampu memberi warna dalam sisi kehidupan penulis, bagaimana tidak... Dia membantu Saya dalam hal membaca doa habis sholat, hahahha kebetulan Kami satu tempat ngaji. Di balik itu Rian ini sudah saya anggap saudara sendiri, apabila dia sedih atau mendapat masalah dia selalu menceritakan ke saya hingga dari situ saya mampu memberi solusi.  Selain itu Kami adalah duet yang pas saat main bola, dia penyerang dan saya gelandang. Seperti duet saviola dan nedved~ hanya zaman itu saja. Kini Rian bekerja di Kalimantan, dia pasti sangat kangen dengan tempat dia kecil yaitu Seketeng.hehehehe
Oh iya hampir lupa Rian merupakan atlet juga, sama seperti Hilman. Mereka berdua membawa nama Sumbawa  di setiap kompetisi pimpong dan mereka mengajarkan saya bagaimana Kita bersikap professional dan merasakan persaingan positif untuk maju. Yeaah we’re family brother’s 

Dedy: Biasanya di panggil Dedet , Dia adalah kakak biologis dari Rian hehehe...Yup Dedet juga teman dekat penulis...teman yang berjiwa enerjik dan semangat pantang menyerah. Dia mempunyai mimpi menjadi pemusik handal, bagaimana tidak? Dia jago banget untuk membuat lagu Sumbawa apalagi kalo sudah main gitar hmmm.... lupa deh sama teman, saat ingat teman hanya bilang “mau nyanyi lagu apa?”
Dedet mempunyai cinta sejati, yaaah adalah anak kampung sebelah.. Bulan Ramadhan adalah bulan yang Indah bagi dedet, dia bisa bertemu dengan dambaan hatinya di Masjid Agung pada saat itu. Bulan puasa bukannya bulan Ibadah, dedet justru beribadah lewat cinta. Dan syukurnya dia sudah menikah dengan cinta sejatinya itu. Selamat bro tetap semangat karena jiwa pantang menyerahmu slalu terhiasi di otakku.

Noval: Biasanya saya memanggilnya abang Ope` sudah saya anggap sebagai kakak saya dalam dunia bermain, orangnya  kalem dan selow banget tetapi didalam diamnya dia selalu berfikir yang positif contohnya mencari rejeki. Pernah dulu sekitar usia 6 tahun (1995) Saya  teman-teman kampung dan Bang Ope` mengitari kota Sumbawa untuk mencari Elak (plastik) , besi bekas,Kuningan dan Almunium sambil membawa karung. Ya kalo jaman sekarang sih lebih kenal di sebut pemulung,hehehe... Setelah berhasil mengumpulkan barang-barang bekas di karung  gede Kami menjualnya di daerah Brang bara. Pernah dalam satu hari Kami mendapat Rp.25.000 dari jualan barang bekas itu, sungguh luar biasa senangnya mendapat duit dari hasil jerih payah sendiri.
Pengalaman pahit selama menjadi Pemulung yaitu pernah di teriakin maling... Saya masuk halaman rumah orang tanpa ijin demi melihat kaleng oli. Saya  mah cuek aja, karena saat itu masih kecil dan tak tahu malu... masuk secara perlahan, nampak seseorang terlihat di dalam kaca rumahnya kemudian pemilik rumah berteriak “Maling”... bukannya lari malah tetap dengan melirik target yaitu “kaleng Oli” sangat beruntung karena rumah itu berada di tengah-tengah hutan, siapa yang mau dengar?Teriakan orang itu, masa iya monyet atau orang utan...bhahaha. “Maafkan Saya ya Tuhan, Engkau masih sayang Hamba bukan?Tentu”.
Nah dengan Bang Ope` Saya bisa mengolah suara vocal saya(pas-pasan banget), dia sangat mahir memainkan gitar...sama seperti Rian dan Dedi (memang mereka di Takdirkan menjadi keluarga pecinta gitar) di kala waktu kosong Kita melantunkan lagu yang lagi Hits pada saat itu AdA Band dan Peterpan. Seni bergitar bang ope` lebih ke petikan dan melody dahsyat. Itu yang masih terbayang dipikiran saya saat ini. 


“Diantara banyak teman bermain di kampung , Mereka adalah tokoh dimana Saya bisa menjadi Orang yang kuat dan tegar dalam segala hal pada saat itu”.

Masa anak-anak adalah masa dimana Kita baru memulai dan menyusuri hidup ini,  teman masa kecil adalah teman dimana kita tak pernah berjabat tangan untuk berkenalan, namun teman masa kecil adalah mereka yang mengenal kita lewat pelukan hangat.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment