21 Mar 2013

#3 Keluarga

My Family
Keluarga adalah segala-galanya itu adalah kata-kata umum yang keluar dari mulut setiap manusia, baik saat Kita berkenalan bahkan saat wawancara kerja misalnya.  Keluarga mendefinisikan Kita dalam golongan seperti partai politik...hah? kok bisa? Itu terjadi secara tidak langsung, karena  background keluarga sangat kental membentuk pribadi seseorang.

Anak-anak yang hidup di tahun 90-an pasti pernah tahu film “Keluarga Cemara”. Hehehe ini merupakan film tontonan keluarga di hari Minggu, yang mengisahkan sebuah keluarga yang sederhana  di mana si Abah yang bekerja sebagai tukang becak, mempunyai beberapa anak yang memiliki karakter yang berbeda-beda namun Abah sebagai kepala keluarga mampu memberikan edukasi yang tepat bagi anak-anaknya. Yaaah, membangun keluarga itu ibarat Kita berlayar jauh mengarungi samudera, so kita harus mempunyai nakhoda yang handal.

Okeh untuk bahas keluarga  penulis akan menceritakan tentang kehidupannya di keluarga inti.:

BAPAK
Mempunyai nama Imam Sopingi (Jarno) berasal asli dari Kademangan,Blitar (Jawa Timur). Terlahir dari keluarga sederhana,  dan menghabiskan masa kecilnya sampai lulus STM di tempat kelahiran. Begitu beliau lulus sekolah, kemudian beliau berspikulasi untuk merantau ke luar Jawa. Yaaah negeri seberang yang mempunyai beribu-ribu harapan bagi perantau dari Jawa ini. 

Sesampai di Sumbawa harapan itu seakan hilang didalam benaknya, beliau berfikir “dimanakah tempat aku berteduh?” tak ada sanak saudara bahkan yang kenalpun tidak ada. Sedikit cerita dari seorang kerabat bapak, katanya “Bapakmu dulu itu hidupnya di jalan Tank”.  Namun secercah harapan itu datang seperti sinar matahari yang menyinari bumi secara perlahan. Bapak bertemu dengan ikatan keluarga Jawa yang ada di Sumbawa, jadi Bapak bisa berteduh untuk sementara di sana sampai mendapat pekerjaan. Waktu demi waktu di lewati negeri penuh harapan ini, hingga beliau dapat pekerjaan pertamanya di sebuah kecamatan bernama Lenangguar.

Dalam sebuah kisah dan cerita tak menarik jika tanpa adanya sebuah cerita Cinta, yah Cinta itu tidak jauh dari lingkungan pekerjaan. Bertemu di sebuah kantor pemberdayaan Desa, karena sering ke kantor itu Bapak mempunyai teman yang bernama Om Marten. Beliau adalah seorang Kristiani yang asalnya Saya tidak tahu namun Om Marten ini bagaikan Dewa Amor bagi Bapak...hehehehe karena dari Om Marten bapak mengenal seorang Gadis yang bernama Faizah.

Faizah adalah sosok seorang wanita lokal yang mempunyai bintang Cancer (sama seperti penulis,hahaha) putih, mempunyai tahi lalat di pipi sebelah kanan dan mempunyai style rambut 70’an saat itu. Setiap hari Beliau mendapat pesan salam kasih melalui dewa Amor aka Om Marten. “Cun dapat salam tuh dari Pak Imam”, Faizah  lalu merasa heran dan tak tahu menahu tentang itu karena banyak lelaki yang menitipkan salam serupa kepadanya. Namun bukan Imam Sopingi namanya jika tidak bisa menjatuhkan hati seorang wanita. Suatu hari beliau datang ke kantor dan menyempatkan waktu berkenalan dengan gadis pujaannya itu.

    “Perasaan itu terlalu singkat datangnya, namun rasa itu tetap terasa sampai detik ini. Faizah”.

IBU
Faizah namanya, di Sumbawa disebut dengan nama Ecun...hahahaha merupakan hal yang nggak aneh kalau disana nama orang itu di singkat bahkan di plesetin (aduh ntahlah). Sosok wanita yang kuat dalam berbagai hal, juga memiliki body yang bohay dimasa remajanya maka dari itu banyak diantara cowok-cowok yang mendekatinya. Faizah sosok wanita rumahan jadi bisa dilihat dari kesehariannya yaitu hobi memasak dan paling sensitif jika tidak ada orang yang memakan masakannya.

Mempunyai 4 Saudara laki-laki dan  3 saudari perempuan, dan faizah adalah anak ke 6 dari keluarga besar itu. Konon Ayahnya dulu pernah sekolah di Mekkah namun singkat cerita beliau tidak sampai selesai, namun ada satu ilmu yang didapat disana yaitu makanan khas dari Arab “Pol”. Kacang hijau bermandikan mentega yang sudah dicairkan dan roti (bentuknya yang biasanya ada di film india gtu)hmmm..nyummy
Pol Makanan khas Keluarga

Kisah ini dimulai saat dia bekerja disalah satu kantor pemerintah setempat, berkat sang dewa amor (om marten) yang menjadi jarum dari hubungan cintanya dengan Imam sopingi. Memang terlalu singkat namun perasaan mereka tidak sesingkat apa yang di ceritakan.  Kisah mereka pernah bergejolak karena faizah sempat diperkenalkan oleh sosok pria yang jauh lebih berprospek ketimbang Imam Sopingi, namun karena ikatan batin yang kuat Faizah memutuskan tetap menjalani sisa hidupnya bersama Imam Sopingi.
    “Kekuatan hati mengalahkan kekuatan akal dan logika, bahkan jauh sebelum kita berfikir Hati telah melangkah jauh sebelumnya”.

KAKAK
Wiwik Surya Utami, merupakan anak pertama yang selamat dari kedua pasangan Imam Sopingi dan Faizah, lahir pada tanggal 1 Mei 1985 di Sumbawa Besar.  Dimana sebelumnya Wiwik Surya Utami mempunyai saudari perempuan yang bernama “Urbaningrum” namun tidak terselamatkan saat persalinan (Semoga engkau tenang di Syurga mbak)...

Mari Kita bercerita tentang Wiwik, sosok seorang kakak yang bossy banget menurut penulis. Bagaimana tidak dia adalah sosok perempuan yang halus di mata keluarga dan tidak mempunyai tingkah yang aneh seperti cewek-cewek yang lain. Meski bersifat halus dan pendiam wiwik merupakan orang yang bersahabat, lihat saja banyak teman-temannya yang dari SMP-SMA bahkan Kuliah masih berhubungan (berkomunikasi) dengan dia.

Wiwik merupakan tipikal perempuan rumahan, yang hoby mendekam didalam rumah mendekam bukan berarti tidur+makan dan seterusnya...hehehe! wiwik ini hampir sama seperti Ibu, diam di rumah dan hoby memasak. Sudah merupakan kebiasaan dari kecil melihat ibu yang sering memasak untuk Bapak dan anak-anaknya hingga didalam pikirannya “Aku harus bisa seperti Ibu”.

Wiwik pernah bersekolah di SDN 1 Sumbawa Besar, dan melanjutkan di SLTP 1 Sumbawa Besar (yang merupakan SLTP favorite di Sumbawa) 3 tahun kemudian dia melanjutkan ketingkat atas di SMU 3 Sumbawa, meskipun tidak favorite SMU ini membawa kesan tersendiri baginya. Sudah banyak Prestasi telah diukir di sekolah ini, dan bahkan mampu membawa nama sekolahnya di Universitas ternama di Jawa Timur yaitu Universitas Brawijaya dengan mendapatkan Undangan tanpa tes SPMB saat itu( 2003). Tentunya semua itu tidak lepas dari kerja kerasnya dalam belajar, pernah saat SD wiwik di marahi sama Bapak karena mendapat nilai merah  di raportnya. Dan sejak saat itu wiwik menghabiskan waktunya dengan belajar dan belajar.

Dari kehidupannya wiwik tidak mau merasa tertinggal dari arus informasi, baik informasi remaja, informasi music mancanegara sampai informasi artis lokal Indonesia. Iya wiwik merupakan pelanggan majalah Aneka yess!!! Saat SMP hingga SMU di kerap berlangganan majalah remaja satu itu. Dengan membaca sih katanya “kita dapat membuka jendela dunia agar kita tidak pernah ketinggalan seperti orang yang tinggal di hutan meskipun gadgetnya keren klo tidak ada signal bagaimana”? hehehehe

Wiwik adalah Sarjana sastra Inggris, yang menghabiskan studinya selama 5 tahun di Brawijaya Malang, lalu melanjutkan study akta VI di STAIN Kediri. Mengambil akta ini bukan tanpa pemikiran yang matang, cita-citanya Wiwik ingin kelak menjadi tenaga pengajar dan motivator ulung untuk khalayak banyak. “U have a dream, and u get in my Sister”.

Dan untuk yang terakhir, Wiwik adalah kakak yang sangat bertanggung jawab terhadap adiknya (penulis sendiri), Jika adiknya mendapat masalah seperti tidak punya uang,masalah hati dan pendidikan Wiwik selalu menjadi orang yang bersemangat untuk memberi dorongan. Karena Bapak pernah bilang:
 
“Kalian hanya dua orang, jadi kalian harus bisa saling menjaga satu sama lain”.

    Dan Ibu juga berkata “Jika ada jajan satu, kalian bagi sama setengah. Jika ada Dua jajan maka kalian ambil sama-sama satu”.

Yah...Seperti itulah sedikit cerita dan tokoh tentang Keluarga penulis, dimana Saya diajarkan untuk selalu hidup sederhana dalam memperjuangkan hidup,menghargai perbedaan baik itu didalam lingkungan ataupun kehidupan, dan juga harus mempunyai semangat membangun untuk keluarga agar lebih baik dalam mengarungi hidup ini.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment