21 Mar 2013

HIDUP

Kehidupan
Hidup bagai kehidupan disiang hari,dimana cahaya matahari terlihat jelas dalam penglihatan ini.Tiada kehidupan seindah ini, Sang fajar hanya nasib buruk dalam penglihatan .Keluh kesah tak terbantahkan diujung lidahku.Tangisan hanya hujan yang turun dikala mendung menerpa, ku tak kuasa menahannya.

Inikah diriku?terlahir didunia yang begitu sempurna.Berbagai ciptaan  tuhan berkembang seperti bunga mawar yang mekar namun tak selalu mekar.Genggaman  tangan  seakan  menggempalkan hingga darah memuncak diraut muka.Kejadian demi kejadian berada dilintasan mata ini. Timbul pertanyaan yang mungkin awam dan jarang disebut oleh mulutku.

Waktu terus berjalan tuk menggapai impian, kerja keras tak terelakkan untuk menyambung nafas dan kewajiban hidup di dunia ini.Kita terlahir untuk saling menjaga, sudah begitu banyak ulah dan ucapan kita yang membuat bumi marah.Tak sepatutnya kita menangis atas apa yang terjadi selama ini.

Ucapan yang indah adalah Ibumu dimana dia yang memberimu kehidupan dengan tetesan air mata surgawi yang tak ternilai kecuali keikhlasan. Agungkanlah ia karna Kita hidup di bumi pertiwi ini untuk mengabdi  padanya.Kebohongan dan kemunafikkan bagai lorong yang berasap, tinggal menunggu letusannya saja, janganlah meracuni diri sendiri dengan kebohongan. Dia bagaikan bom waktu yang meluluhkan kota. Baik itu kota kejujuran, kota iman dan kebudayaan baik Kita.
 
"Kemunafikkan itu seperti air yang tenang, bening dengan kasat mata sekalipun. Manusia seperti seuntai tisu, terkena tetesan air maka ia akan kusut dan tak seperti semula. Jadilah, sejauh-jauhnya hidup bisa tenang, indah nan tentram apabila tidak ada kotoran-kotoran itu".

Bahagiaku, dimana dia selalu datang ketika ku belum siap namun Aku mengetahui akhirnya seperti apa. Seperti tanah yang subur apabila ditanami akan tumbuh dengan subur itulah bagian dari titik bahagiaku. Suram  ia dimataku yang tak terlihat namun dapat dirasa.Berat, sedih ,pedih sakit tak terhentikan.entah usaha apapun terpakai tapi slalu saja jalan ditempat.Laksana pohon yang rindang mengharapkan hujan namun tak setetespun air dari langit itu turun dan tumbanglah.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment