23 Mar 2013

LUCIANO THE ADVENTURER MOGGI



Sebuah Aretikel lawas yang ada di kliping Juve saya, tahun 2002/2003 di mana tahun itu adalah masa-masa jaya Juventus. Sebuah tulisan dari Vincenzo Matrone seorang wartawan dari Italia,menuliskan pandangannya tentang Moggi si Guru Transfer Juventus sebelum terlibat dalam kasus penjebakan (Farsopolli). Berikut tulisannya:

“Saya bukan malaikat,tapi bukan juga setan”. Begitu suatu kali Luciano Moggi menjawab kritik pers terhadap cara kepemimpinanya di Juventus. Maklum, dia dikenal sebagai Direktur Umum Juventus serba bisa yang bisa mampu melakukan banyak hal dalam satu kesempatan. Dia misalnya, aktif melakukan pembelian pemain untuk Juventus,tapi juga masih punya waktu menegosiasikan pembelian pemain untuk Lazio. Di lain waktu dia sibuk menangkis rumor miring menyangkut dirinya dan Juventus, tapi masih bisa meluangkan waktu untuk menjadi konsultan bagi kolega-koleganya.
Nama Moggi muncul ke permukaan di era ’80-an ketika bekerja untuk Napoli. Jelas bukan kebetulan jika semasa dia menjadi manajer Napoli dibawa terbang tinggi dan meraih scudetto di zaman keemasan Maradona. Sebaliknya, adalah sebuah kebetulan belaka jika di saat bersamaan Banca di Napoli, sponsor utama Napoli justru bangkrut.
Kemudian dia pindah ke AS Roma. Uniknya, dipekan pertama dia pindah dari Napoli. Maradona kedapatan memakai doping. Kali pertama nama Maradona masuk dalam daftar pemain yang menjalani tes antidoping. Semasa moggi masih di Napoli, Maradona sama sekali tidak tersentuh proses pemeriksaan sampel urine itu. Kebetulan? Entahlah...
Moggi bertahan di Roma sampai tahun 1994. Suatu hari dia diminta Franco Sensi,Presiden Roma, membeli Paolo Sosa dan Ciro Ferrara.Sukses. Tapi dia membelinya bukan untuk Roma melainkan untuk Juventus! Awal mula rivalitas sarat dendam bertajuk Sensi versus Moggi.
Sosok Moggi memang kontroversial. Meski tak ada bukti valid soaltuduhan itu. Dipekan-pekan terakhir musim lalu, Massimo Moratti yang khawatir bakal kehilangan gelar berusaha mengontak Moggi. Dia gagal meski sudah melakukan semua jalur komunikasi yang ada. Entahlah kebetulan atau tidak, Inter makin sering kalah, sementara Juventus tak pernah kalah... Kebetulan?Entahlah (Vincenzo Matrone from Italia).

Kita mungkin sedikit bernostalgia tentang Moggi, tetapi sebuah kejadian itu pasti menjadi sebuah cerita dan menjadi sebuah topik, sama seperti Artikel yang saya dapat.  Bagi sebagian besar Juventini pasti merasa Moggi telah dijebak oleh Moratti cs. Karena apa? Moggi menolak pinangan Inter saat itu dan itu jelas menjadi sebuah awal dari sebuah kasus di tahun 2006. Sudahlah, yang berlalu biar menjadi kenangan...Moggi tetaplah Moggi, bukan Dewa karena seseorang pasti ada di mana dia merasa jaya dan besar tentunya saat dia berada di Juventus.

Ieri,Oggi,Domani Sempre Juve...
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment