17 May 2013

Kenangan Terindah itu (Masa SMU)


Terdengar sebuah lagu Samsons Kenangan terindah di telingaku, tiba-tiba terbayang kenangan di tahun 2005-2006. Saat itu aku masih bersekolah dan berseragam islami sebut saja di MAN 1 Sumbawa, ku mengenal seorang wanita yang berparas salju dari cina namanya Leni. Dia adalah teman satu les saat itu dan dia akrab dengan sahabatku yang bernama Iqbal biasa di panggil Jois karenz...logika aja karena mereka teman satu kelas, sedangkan aku sekelas saja tidak pernah tapi hatiku lagi ingin berkelas dengannya.
Iqbal: Aida..Leni semok betul tank!!!
Aku: Oh iya terus kenapa?kamu mau sama dia?
Iqbal: Ah kamu peee, kaya nggak tau aku aja...
Aku: (Okesip,ini kesempatan)..iya aku tau kamu suka laki kok...hehehe

Itu tadi sedikit perbincangan Kami setelah pulang les. Dan Aku baru paham dan ngerti bahwa besok saat les lagi mataku akan lebih fokus ke salju dari cina itu. 
Hari sudah menjelang sore, proses belajar mengajar ekstra berlangsung di kelas IPS 2. ini sebuah keuntungan bagi Kami sebagai siswa-siswi MAN  karena sebentar lagi Kami akan menghadapi UAN yang berarti ini adalah kesempatan terakhir kami menginjak sekolah islami ini. Sore itu mataku tak tertuju dipapan tulis namun tertuju pada sosok salju dari cina itu. Seperti kinerja kamera  yang mengambil objeknya lalu jebret...tersimpan di memory card! Seperti itulah perasaanku.

Waktu demi waktu berjalan, perasaan ini semakin memuncak dan memory di hati ini sudah habis ( mungkin hanya 512 MB) dengan hanya memandangnya. Sudah saatnya aku mengungkapkannya dan itu tertuang didalam sebuah surat.

Pada intinya “Kamu mau nggak jadi pacar aku? Kalo mau...Dunia ini ibarat Utara dan barat menyatu”. (ntahlah mungkin kiamat *klo ku pikir saat ini)
Mau tahu jawaban apa yang ku dapat? Dia mengabaikannya dan beranggapan aku bermain-main. Gila...selama ini Kamera, memory card itu buat apa? Memandangmu aja? Aku nggak mau...semua harus menjadi milikku.

Kini ku tersadar...Aku harus memutar sebuah lagu Peterpan – Jauhi Mimpiku,karena lagu ini membawa kisah kegalauanku pada saat itu.“Ku harus lepaskanmu...melupakan senyummu”...
itu sepenggal lirik yang mengena banget. Ntah aku lupa malam apa itu(pokoknya Ramadhan), Aku bersama sahabatku Widi, Rhenos dan Iqbal nongkrong di sebelah Pura Suka Duka (ini adalah tempat tongkrongan asik anak-anak MAN jika sepulang sekolah). Pembicaraan Kami tidak jauh dari masalah percintaan, terutama Rhenos yang punya pengalaman banyak tentang cewek,sedangkan sahabatku yang duanya ini mereka adalah single man sejati di sekolah.

Rhenos: Bagaimana tank, tanggapan leni ama kamu?! (dengan nada antusias banget)
Aku: Jauhi mimpiku bro...
Iqbal: waah itu lagu Peterpan yang paling aku suka Tank!
Widi: (memainkan petikan gitar, lagi cari kunci mungkin)
Rhenos: Dari awal aku udah ngerti, karena leni itu sudah punya pacar. Namanya Oka
Aku: Hmm...Oka-oka bento? klo ada disini udah ta makan tuh orang bro!
Iqbal: Eeee peduli apa?mau punya pacar atau nggak yang penting kamu udah ungkapin...
Widi: iya aku juga pernah tau itu..kayaknya dulu dia pernah di bonceng sama cowok
Aku: Hmmmm....Okeh sini wid gitarnya (melantunkan lagu Jauhi mimpiku)

Pembicaran malam itu menjadi menarik dan diselingi kebulan asap dari mulut Kami, hingga waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Oh iya itu adalah malam Ramadhan jadi aku agak santai aja pulang larut malam kerumah, sekalian sahur...heuheuheu

Bulan Ramadhan berakhir, saatnya Kita bermaaf-maafan... Dan untuk terakhir kalinya aku mengirimkan surat ke Salju Cina dengan menuliskan Mohon maaf Lahir Batin, maafkan segala kesalahanku yah...karena memotretmu tanpa seizin darinya,hehehe
Tahu apa tanggapan dan respon dari Dia? Dia tiba-tiba memberi aku peluang buat pacaran sama dia...Wow ternyata nggak sia-sia aku mencorat-coret dinding sekolah dengan namaku besar-besar bersama Widi dan Rhenos saat malam puasa kemarin. Ntahlah apa hubungannya coba...hehehe

Dan ternyata dibalik semua itu adalah cerita rhenos ke Leni, dia bercerita kalau tatank saat puasa itu mabok dan frustasi  serta didukung bukti kuat oleh teman yang di percaya oleh leni yakni Widi. Mungkin rasa iba atau apalah dia menerimaku, dan perlu di ketahui bahwa aku tidak pernah bersentuhan dengan barang-barang haram saat di bulan puasa (kecuali mie <- ini haram gak sih jika dimakan saat bulan puasa) hehehe

Memang momen indah itu berawal di saat SMA, Ada motivasi untuk belajar dan bersaing secara sehat. Tapi aku gak bakal bisa menyaingi dia karena dia anak yang pandai di kelas IPA 1 semua teman-teman tau itu!
Pernah disaat pra Ujian nasional kita diwajibkan untuk membawa peralatan lengkap untuk ujian, dan saat itu aku lupa membawanya untung  si salju cina meminjamkan perlengkapan cadangannya. Wah senang aja ada yang mau membantu dan menaruh perhatiannya (ya iyalah tank!!! Doi kan pacar ente) itu adalah moment yang indah...

Detik-detik UAN pun  datang, Aku dan sahabat-sahabatku berkumpul pada malam hari untuk belajar bersama. Iya ini adalah sebuah kerja keras kami. Saat itu pula aku memberi tahu kepada teman-teman bahwa setelah ujian aku akan berangkat langsung ke Malang untuk berjuang masuk ke Perguruan tinggi Negeri dan sebuah tanda aku bakal tidak bisa mengikuti perpisahan sekolah. Hal yang paling aku sesalkan hingga saat ini, 3 tahun bersekolah dan mengikuti MOS (orientasi) namun tidak ada pamit dengan sekolah...huhuhuhu
Seminggu setelah UAN aku berangkat ke Malang, rasa sedih meninggalkan Sahabat dan teman-teman di tambah lagi si salju cina telat ke terminal hingga bus yang ku tumpangi melaju,,, iya melaju sederas tetesan air mata yang jatuh...

Kami akan LDR, iya dulu ngtrend dengan sebutan PJJ yakni pacaran jarak jauh. Kemana- mana tersenyum dengan hp, tidur dengan hp hingga mimpi basahpun dengan hp..Uppsss...hehehehe Iya dari sini aku merasakan hal yang aneh, jarak sudah jauh dan perasaanku dengan si salju cina pun seperti jarak itu. Dengan berat hati Aku memutuskan hubungan ini,  alasanku satu bahwa Aku ingin fokus dengan ujian masuk SPMB. Dia hanya membalas sms ku dengan isi “Jika itu mau kamu dan niat kamu, aku setuju. Ini masa depan kamu”.

Rasa di hati seperti berkecamuk, aaah Goblok kenapa kamu ninggalin dia? Ya mungkin dia akan bahagia disana bersama si Oka-oka bento itu. Penyesalan tak ada dalam kamus hidupku, karena semua sudah terlewati hanya butuh pemahaman diri aja kenapa bisa ada sesal kini.

Hari-hari di Malang aku nikmati dengan ikut les di Primagama, dan aku pulang pukul 12 siang tidak lama kemudian ada sms masuk di hp ku.
“Tank, tadi pagi aku ke sekolah bertemu dengan Leni...matanya bengkak mungkin habis nangis. Kok tega kamu putusin dia? , Iqbal via hp pinjaman milik Wawan”.|
Sontak aku kaget membaca sms itu, seorang sahabat sepertinya mengucilkan aku dengan memakai kata tega. Keadaanku juga melankolis hingga pikiranku merasa terbebani oleh kata-kata disms itu.

Reply: Itu sudah keputusanku bro, aku gak kuat aja jika jarak jauh gini... via Tatank pakai hp pribadi |

Tak ada balasan, mungkin sahabatku ini merasa kecewa dengan keputusanku. Lalu aku mencoba menceritakan masalah ini ke sahabatku Widi. Dan widi secara diplomatis menjawab smsku

Widi: “Jika mereka adalah sahabat yang baik, mereka pasti menghargai keputusan sahabatnya”...

Yesss...Aku medapat dukungan dari sahabatku ini, terima kasih sobat... Emang kamu yang paham kondisiku saat ini. Pada Malam hari ada balasan sms dari Iqbal via hp wawan:
”Tank lagi apa? Ni aku lagi ngumpul sama Wawan,Regi,Ilham,Rhenos dan Erwin... Mereka benar-benar kecewa sama Kamu”.

Reply: Salam ma mereka, aku minta maaf tapi inilah keputusan hatiku bro...seharusnya sebagai teman yang baik kalian hargai keputusanku ini”. Via hp pribadi |

Tak ada balasan namun mereka menelponku, “Hehehehe...Sorry tank, Kita Cuma bercanda aja” sambil tertawa... hmmm  aku senang aja melihat tawa dari kalian dan aku merasa bahwa masalahku selesai sahutku.

Kini aku mencoba mengingat kenangan ini melalui sebuah lagu Samsons  Kenangan Terindah, itu adalah lukisan dari sebuah bait masa lalu dan Kalian tertuang di dalamnya baik itu Leni-si salju cina (mantan), Iqbal,Widi,Rhenos dan teman-teman di MAN 1 Sumbawa.

"Kini telinga dan pikiranku terlalu peka terhadap lagu-lagu, hingga ku bercerita
Terima kasih telah membaca tulisanku, Salam"...
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment