16 May 2013

Situasi ini membawaku (Kecil)

Foto: Ditengah Alun-alun Malang (Masjid Kota)


Saya lupa itu hari apa, saking lama menulis disini, Semoga para pembaca selalu kangen dengan tulisanku...heuheuheu PD
Dihari itu saya seolah menjadi seekor burung  yang diberi pil ekstasi, iya saya merasakan kebebasan dalam hidup hingga saya berfantasi dengan alam yang ada di sekitar saat itu. Tepatnya pukul  14.00 WIB saya bersama saudara saya si Didit berjalan-jalan santai mengitari kota Malang. Malang dikenal dengan kota yang sejuk dan juga kota Pendidikan, konon sekarang Malang yang sejuk kini menjadi kota yang gerah, kenapa? Karena banyak sekali orang yang berpendidikan yang tidak terdidik dengan baik. Contohnya saya, mau jalan-jalan saja pakai motor coba pakai sepeda pasti sejuk lagian kalau pakai motor juga mengakibatkan polusi. Uhuuk,uhuk...

Siang itu Kami berwisata di Alun-alun kota Malang, cieeeh berwisata...baru kali ini orang yang menetap selama 6 tahun hampir 7 tahun lah yah... berwisata di kota yang lama di hinggapinya.Huumpppfh
Iya jujur saya baru 2x menapakkan kaki di Alun-alun Kota ini, yang pertama saat bertemu dengan rekan-rekan JCI Jogja (Ajikur cs), disana Kami hanya menikmati soto di depan Masjid alun-alun dan ini adalah kali kedua saya menapakkan kaki . Kini  sudah tidak lagi melihat orang yang menjual soto itu (mungkin sudah di usir pak pol pp, kaliii aja) heuheuheu.

Yah hari itu saya mengitari taman-taman yang ada di Alun-alun, terdapat beberapa orang yang lagi bersama keluarga, calon keluarga bahkan korban keluarga Uppss.... hehehe  jadi curcol! Merasa senang aja melihat mereka yang lagi tersenyum dan bermain di alun-alun ini, sempat timbul pertanyaan dalam hati
1. Kenapa orang-orang ini ke alun-alun?padahal alun-alun ini sedikit sekali hiburannya? Apa karena mereka ini orang stress yang sama seperti saya? Bosen dengan hiburan yang ada di luar sana?
2. Sepertinya alun-alun ini tempat orang stress yang melepas kegilaannya, dan berharap angin sepoy-sepoy membawa kegilaannya pergi jauh...
3. Menurut rumor tepat dibawah alun-alun ini ada terowongan kereta api bawah tanah, tapi saya tidak menemukan pintunya, justru saya menemukan pintu penghibur hati (cewek-cewek manis yang mengitari alun-alun ini *pegawai matahari) heuheuheu

Ada suatu pemandangan yang ramai dilihat oleh pengunjung, Apalagi kalau bukan hiburan Topeng Monyet dimana ada monyet yang berakting layaknya artis di FTV.heuheuheu... Saya pun berseloroh ke saudara Saya si Didit “Tuh liat Sodaramu tuh!”,  lalu dia menjawab “Lho kan saudara Kita Mas Tatank?gimana sih”... Aseeem kali ini dia menang dalam perang kata-kata denganku, fyuuuh...(akupun diem seribu bahasa)

Duduk di alun-alun ini serasa nyaman banget, mengingatkan saya pada waktu SD. Saat pulang sekolah bersama-teman-teman yang searah menuju rumah, Kami biasanya berhenti sejenak dibawah pohon besar,  di Sumbawa namanya “Puen Colo’ ” letaknya tidak jauh dari Lapangan pahlawan (sejenis alun-alun di malang, tapi sekarang menjadi alun-alun yang gersang). Dibawah pohon itu saya merasakan semilir angin yang berhembus menyapa  tubuh kecil ini, dan berbagai pembicaraan kecil Kami menjadi camilan santai saat itu.

Sontak seorang pengamen menganggu semilir kenanganku tadi, ku ambil duit receh yang ada di kantung celana lalu memberikannya hingga dia pun hinggap ke orang-orang yang ada di sekitar Alun-alun.
Waktu menunjukkan pukul 15.15 WIB menandakan bahwa  sudah 1jam lebih aku disini, menikmati pemandangan yang monoton tetapi karena  saya merasakan bahwa hal yang ku rasa ini seperti saat aku pulang sekolah dulu jadi mempunyai nilai kenangan tersendiri.  

Kami berdua meninggalkan alun-alun kota untuk pulang kekosan masing-masing, jika kami tetap berdua bukannya Kami seperti sepasang kekasih melainkan Kami adalah keluarga. Nanti juga pacarnya didit marah kalau didit tidak punya waktu untuk pacarnya,hehehehe

"Terakhir dari tulisanku hari ini adalah, bahwa Kita adalah manusia yang tidak akan pernah lupa akan kenangan masa lalu, karena masa lalu adalah pondasi yang membangun karakter kita untuk tetap menjadi manusia yang kuat".

Salam, Tatankjuventino
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment