13 Jun 2013

Apes yang Berbuah... [Lewat Doa]

Dalam hati selalu berdo'a



Alhamdulillah, PC ku kembali normal hari ini setelah kemarin aku menyalakannya tidak bisa Log on ke desktop dan di tambah saat ingin memperbaiki/install ulang listrik tiba-tiba mati, aduuh apes banget hari ini batinku karena di dalam PC ada data-data backup hapeku yang penting. Setelah mendekam di kegelapan aku memutuskan untuk keluar ke warnet “ah siapa tau nanti pas keluar listrik udah menyala” setelah melewati jalan dinoyo listrik masih mati, aku teruskan perjalanan bak kunang-kunang yang melewati kegelapan ini. Sampai di kota listrik masih tetap padam. Oh tuhan cobaan apa ini? Lalu aku putuskan untuk pulang ke kost karena cuaca diluar juga lagi tidak bersahabat. 

Sesampai dikamar yang gelap Aku mennyalakan lilin sebagai penerangku, sambil menghisap rokok hatiku bergumam padaNya “Ya Tuhan, hamba baru sadar bahwa tanpa teknologi hamba benar-benar mati gaya, namun hanya engkau tempat aku mengadu”. Sambil berbaring di kasur aku mencoba tenang, jika listrik menyala malam ini aku memutuskan tidak akan keluar lagi dan lebih baik aku mengatur jadwalku besok yaitu sholat shubuh lalu ke warnet untuk download master windows. (mataku pun tertutup karena gelap).

Mataku terbuka dengan berat saat mendengar suara adzan di sebelah kostku, Aku mencoba paksa diriku untuk berdiri dan mengambil air wudhu. Sholat shubuh ku kerjakan sambil berdoa “Ya Tuhan permudahlah hari hamba untuk hari ini”. Setelah sholat aku mencoba menyalakan PC dan hasilnya masih tetap seperti kemarin malam.

Setibanya di warnet aku mulai mendownload master XP SP3, tidak lama memang sekitar 4 jam karena di barengi baca-baca tweet orang-orang yang ada di twitter dan facebook (Salah satu kegiatan orang yang gak penting membaca status orang-orang) hehehe... Download complete lalu ku akhiri pijakanku di warnet pada pukul 11 siang. Tiba di kos aku menyalakan PC ku dan, memasukkan CD Master Windows lalu ku ambil wudhu untuk sholat Dzuhur biarkan CD itu berputar lewat takdirnya dan aku pun menghadap pada sosok yang menciptakan Takdir.

Setelah sholat ada perintah untuk merepair atau install windows, Aku diam sejenak untuk berfikir “Ah coba aja repair” karena biasanya orang klo install ulang langsung aja memilih install. “Ah coba aja, siapa tau berhasil” batinku. Waktu demi waktu ku lewati didepan PC seperti menunggu kepastian darinya, apakah harapanku ini sama seperti yang akan terjadi padamu. Hingga akhirnya PC ku bisa Log on dan desktopnya kelihatan. “Alhamdulillah”... Wah ternyata program-program yang ada sebelumnya tidak terhapus. Dan data-data backup hape ku tidak hilang. Ternyata Allah masih sayang pada hamba, sebelumnya hamba berkeluh kesah dengan kejadian ini, kenapa bisa begini? Ya sudah jika memang jalannya hamba bersabar dan menjalaninya dengan usaha.

Kini tidak sengaja aku membuka google untuk ngenet dengan mengetikkan “Rencana Tuhan Kita Tidak Pernah Tahu”  dan Aku menemukan sebuah website milik Metta Prajna yang berisi sebuah Kisah-kisah tentang Jalan Ketuhanan. Dan yang menarik ada sebuah Kisah (silahkan baca) :

Ilustrasi

Abah & Emak tinggal di sebuah desa yang cukup terpencil. Setiap hari, mereka bekerja membuat tempe untuk kemudian Abahmenjualnya ke pasar. Jualan tempe merupakan satu-satunya sumber pendapatan mereka untuk bertahan hidup.

Pada satu pagi, Abah jatuh sakit, Emak pun mengambil alih tugas menjual tempe. Saat tengah bersiap-siap untuk pergi ke pasarmenjual tempenya, tiba-tiba Emak sadar bahwa tempe buatannya hari itu masih belum matang, masih separuh jadi.

Emak merasa sangat sedih karena tempe yang masih muda dan belum matang pastinya tidak akan laku. Itu artinya, untuk hari itu,mereka tidak akan mendapatkan pemasukan. Ketika Emak dalam kesedihan, tiba-tiba Abah mengingatkan Emak bahwa Allah Swtmampu melakukan perkara-perkara ajaib karena tiada yang mustahil bagi-Nya.

Emak pun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar kacang kedelai ini menjadi tempe, amin.” Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Emak sangat yakin Allah pasti mengabulkan doanya.

Dengan tenang, Emak pun menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya. Emak pun membuka sedikit bungkusan ituuntuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Emak termenung seketika sebab kacang itu masih tetap kacangkedelai yang belum matang benar.

Namun, Emak tidak putus asa. Dia berpikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Allah. Emak pun mengangkat keduatangannya kembali dan berdoa lagi, “Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagi-Mu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapatmenjual tempe karena inilah mata pencarian kami. Aku mohon, jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe, amin.”

Dengan penuh harapan, Emak pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan itu. Apakah yang terjadi? Emak menjadi heran sebabkacang-kacang kedelai itu … masih tetap seperti semula!

Hari pun semakin siang. Artinya, pasar pun sudah ramai didatangi pembeli. Emak tetap tidak kecewa atas doanya yang belumterkabul. Berbekal keyakinan yang sangat tinggi, Emak memaksakan diri untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu.Emak berpikir, mungkin keajaiban Allah akan terjadi dalam perjalanannya ke pasar.

Dia pun berangkat ke pasar. Semua perlengkapan untuk menjual tempe, seperti biasa, dibawa bersama. Sebelum keluar dari rumah,Emak sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, “Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara,aku berjalan menuju ke pasar, karuniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe, amin.” Dengan penuhkeyakinan, wanita tua ini pun berangkat. Di sepanjang perjalanan, dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya.

Sesampai di pasar, cepat-cepat, Emak meletakkan barang-barangnya. Emak betul-betul yakin kalau tempenya sekarang sudahbenar-benar matang dan siap untuk dijual. Dengan hati yang berdebar-debar, Emak pun membuka bakulnya dan menekan-nekandengan jarinya setiap bungkusan yang ada. Perlahan-lahan, Emak membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apayang terjadi? Tempenya benar-benar tidak berubah, masih seperti semula!

Emak menarik napas dalam-dalam. Harapan dikabulkan-nya doa perlahan menipis. Emak merasa Allah tidak adil. Allah tidak kasihankepadanya. Inilah satu-satunya sumber penghasilannya: berjualan tempe.

Dia pun hanya duduk saja tanpa membuka barang dagangannya itu sebab dia yakin bahwa tiada orang yang akan membeli tempeyang baru setengah jadi. Hari pun beranjak petang dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai berkurang.

Emak melihat para penjual tempe lainnya, jualan mereka sudah hampir habis. Emak tertunduk lesu seperti tidak sanggupmenghadapi kenyataan bahwa dia pulang tanpa membawa hasil jualannya hari itu.

Namun, jauh di sudut hatinya, Emak masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walau tahubahwa hari itu dia tidak akan mendapatkan pendapatan langsung, tetapi Emak berdoa untuk terakhir kali “Ya Allah, berikanlahpenyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.”

Tiba-tiba, Emak dikejutkan oleh teguran seorang wanita. “Bu …! Maaf ya, saya ingin bertanya, apakah Ibu menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi, saya sudah pusing berkeliling pasar ini untuk mencarinya, tapi tidak ketemu juga.”
Emak langsung termenung, seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Betapa tidak terkejut, sejak sepuluh tahun dia menjual tempe, tidak pernah ada seorang pun pelanggan yang mencari tempe belum jadi.
Sebelum Emak menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat Emak berdoa di dalam hatinya “Ya Allah, saat ini aku tidakmau tempe ini menjadi matang. Biarlah kacang kedelai ini tetap seperti semula, amin.”

Sebelum menjawab wanita itu, Emak pun membuka sedikit daun penutupnya. Alangkah senangnya hati Emak, ternyata memangbenar, tempenya masih seperti semula! Hati Emak pun bersorak gembira. “Alhamdulillah,” ucapnya.

Wanita itu pun memborong semua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita itu pergi, Emak sempat bertanya mengapa dia membeli tempe yang belum jadi. Wanita itu menerangkan bahwa anaknya yang tengah sekolah di Inggris ingin makan tempe dari desa.

Karena tempe itu akan dikirimkan ke tempat anaknya itu, si Ibu pun membeli tempe yang belum jadi. Harapannya, apabila sampai diEropa nanti, akan menjadi tempe yang sempurna. Kalau dikirimkan tempe yang sudah jadi, sesampainya di sana, tempe itu sudahtidak enak lagi dimakan.

Dipostingoleh: Alex Li
Diposting tanggal : 27 Oct 2012



Akhir yang tidak disangka-sangka bukan? Sesungguhnya Allah selalu mendengar do’a Hambanya tetapi semua itu kembali pada hambanya yang mau bersabar dan selalu konsisten untuk berdoa.
Allah Berfirman,
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah: 186)

Subnallah... Allah menepati janjinya kepada umat yang beriman dan bertaqwa kepadaNya. Dari cerita diatas bahwasanya Allah tidak serta merta langsung menerima doa Kita namun Allah maha mendengar. Kita sebagai hambanya yang meminta tolong baiknya Kita jangan pernah lelah dan buru-buru  kecewa jika Doa Kita masih belum dikabulkan.  Ada sebuah hadist dari Abu Hurairah ra bunyinya :

Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau pemutusan hubungan (silaturrahmi) dan selama tidak minta dipercepat." Ada seorang bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan minta dipercepat itu?" Beliau pun menjawab, "(Yaitu) ia berkata: 'Aku sudah berdoa dan terus berdoa tetapi beium pernah aku melihat doaku dikabulkan.' Maka pada saat itu ia merasa letih dan tidak mau berdoa lagi." (HR.Muslim)

Na’udzubillah... jangan pernah Kita berputus asa baik itu di dalam do’a ataupun di kehidupan nyata Kita. Jika Kita ingin berfikir kenapa seperti itu? Nih ta kasih contoh di kehidupan nyata biar Kita paham dan mengerti bahwa sesungguhnya kita tidak terjebak oleh hawa nafsu (Amarah dan kecewa)

Ceritanya begini: Kita lagi nongkrong tiba-tiba Ada seorang pengamen datang  untuk melantunkan sebuah lagu kebetulan dia mempunyai suara yang indah dan diiringi oleh genjrengan suara gitarnya yang indah pula, Kita sebagai orang yang mendengarkan apakah langsung memberinya uang? Pengamen butuh apresiasi yang berupa uang karena lewat uang dia bisa menjalani profesinya. Kita sebagai pendengar pasti asyik mendengar lantunan lagunya... “Wah asik suaranya yah, nanti ta download aja tuh lagu di internet”.

Keesokan harinya dengan tempat yang sama Kita nongkrong, dan tiba-tiba ada pengamen datang dan melantunkan sebuah lagu. “Bang...SMS siapa itu Bang,,,Bang kok pake sayang..sayang” dengan suara fals dan genjrengan gitar yang tidak berirama. Apa yang kita lakukan? Langsung memberinya uang dengan tujuan agar dia berhenti bernyanyi dan pergi. “Hufff hampir saja gendang telinga pecah dengar suaranya”...

Apa kesimpulan dari cerita diatas? Hehehe... Kisah pertama itu sama halnya seperti Allah mendengar doa hambanya, memohon dan mengakhiri doanya dengan ayat-ayat suci al Quran hingga Allah senang sekali mendengar hambanya. Sama seperti Kita yang tidak ingin langsung memberi pengamen  uang karena Kita terpukau oleh lagu dan suara indahnya. Sedangkan cerita keesokan harinya itu ibarat ada orang yang berdoa dan memohon lalu doanya di kabulkan oleh Allah, karena Allah mengetahui watak hambanya itu ( imannya masih setengah). “Kalau saya tidak kabulkan mungkin kamu akan memberontak, Tuh Saya kabulkan...”. Kiranya seperti itu, maka dikabulkanlah doa orang itu.

Dari sini aku belajar, putus asa bukanlah jalan keluar dari semuanya. Harus juga disertai dengan keyakinan kita dan usaha tentunya. Akhir kata semoga tulisan ini bermanfaat untuk Kita semua, hingga Akhirnya Allah memberikan jalan terbaik untuk doa-doa Kita. Amiiin....

Salam
  

  


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment