5 Jul 2013

Memaknai Ramadhan dari Kampung Halaman (Momen Pemersatu)



Sekilas Tentang Bulan Ramadhan
1. Ramadhan adalah bulan ke-9 dalam kalender Islam.
2. Turunnya Al-Quran dimulai pada bulan Ramadhan, pada malam Lailatul Qadr, malam yang lebih       berharga dari seribu bulan.
3. Puasa bulan Ramadhan adalah salah satu rukun dari lima rukun Islam.
4. Puasa dimulai dari saat fajar menyingsing dan berakhir setelah matahari tenggelam.
5. Makan sahur adalah Ibadah.
6. Siapapun tidak boleh membatalkan puasa.
7. Sangat dianjurkan memberi makan, mengundang tamu, berkumpul bersama keluarga (Silaturahmi) dan terutama memberi makan kepada fakir miskin.
8. Orang yang berpuasa harus berhati-hati dari makan terlalu banyak ketika berbuka puasa.
9. Ibadah puasa tidak hanya merasakan lapar, tapi juga menjaga dari keinginan-keinginan mungkar dan kegiatan semau-maunya.
10. Shalat tarawih adalah salah satu jenis shalat yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan.
11. Selagi menjalankan ibadah puasa, seorang Muslim akan lebih banyak membaca dan mengkaji Al-Quran selama bulan Ramadhan.
12. Perayaan hari raya Idul Fitri selama dua hari akan dilakukan setiap selesai bulan Ramadhan.

Point diatas adalah sekilas tentang Bulan Ramadhan dari Jane Louise Kandur salah seorang tokoh Ulama dari Turki. Kaum Muslim seluruh dunia sedang menunggu datangnya bulan suci ramadhan, dimana di bulan ini Kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT seraya juga untuk melatih diri untuk menjadi manusia yang lebih baik secara spiritual dan meningkatkan hubungan dengan orang lain.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185).

Sesungguhnya Allah SWT tidak memberi beban kepada umatnya melainkan memberi pintu kepada umatnya agar mendekatkan diri kepadaNya yaitu melalui amal-amalan yang kita kerjakan saat bulan Ramadhan. Maka dari itu marilah Kita jalani bulan Ramadhan ini dengan semangat untuk maju.
Saya sangat gembira menyambut Bulan Ramadhan ini, selain menjadi bahan introspeksi diri juga mengantarkan saya sedikit bernostalgi dengan kampung halaman saya di Sumbawa besar, terutama di kampung seketeng. Semua berawal dari masa kecil, hingga kini saat tumbuh dewasa saya mendapat pelajaran berarti dari kehidupan sekitar saya. 

Sebut saja Saya hidup di kampung yang mayoritas orang Arab, bahkan ada yang campur dari Padang,Jawa, dan Bugis. Di kampung halaman Saya ini, terasa kental sekali rasa saling memilikinya bahkan tetangga sebelah rumah sudah Kami anggap keluarga Kami. Ikatan ini mungkin terjalin begitu saja, namun setelah Saya mencoba berfikir kebelakang bahwa ikatan ini mungkin berasal dari Bulan Ramadhan. 

Kenapa Bulan Ramadhan? Karena momentum bulan ramadhan inilah ikatan antar tetangga terjalin, seperti tetangga sebelah rumah Saya, mereka lagi membuat Es Buah untuk berbuka puasa  kemudian mereka tidak sungkan untuk mengetuk pintu halaman rumah untuk memberi es buah tersebut. Begitu juga keesokan harinya jika ada rejeki Kami membalas dengan pemberian yang berbeda es kolak dsb. Dari kejadian yang terlewati dulu selalu menjadi bayangan kini, Hak tetangga adalah hal yang sangat penting dalam Islam, dan Ajaran Nabi Muhammad SAW (diantaranya adalah untuk) meningkatkan kehidupan bertetangga.

Dalam hadits riwayat Abu Dzar, Nabi mengatakan “Ketika kamu memasak sop,hendaknya dibanyakkan airnya. Kemudian bagikanlah sebagainya kepada tetanggamu”. Saling mencintai dan saling menyayangi di antara tetangga pada hakikatnya sangat dianjurkan dalam Islam. Berbagai cara dapat dilakukan untuk selain dengan memberi makanan, termasuk diantaranya memberi kegembiraan dan saling menolong dalam kesedihan.

Kasus diatas merupakan sedikit gambaran dari kampung halaman Saya, dimana Saya pribadi merasakan ada rasa persatuan antar umat, itulah indahnya Kita hidup bertetangga (meski Kita berbeda dari suku apa dan dari mana). 

Bulan Ramadhan adalah Kesatuan
Ramadhan adalah bulan Tuhan, adalah sumber rahmat, dan adalah momentum untuk perdamaian.
Ramadhan adalah air mata di tengah perjalanan di gurun yang gersang.
Ramadhan adalah tangga menuju bintang dan pintu ke surga.
Ramadhan bulan yang ditunggu-tunggu selama sebelas bulan.
Ramadhan adalah tangan ajaib yang mengubah dunia menjadi sebuah puri.
Makanan dalam bulan Ramadhan adalah pemersatu kemanusiaan, Ramadhan adalah cahaya dalam kegelapan lautan, dan ia adalah matahari yang menghapus kegelapan melalui Ramadhan, matahari menyinari benua dan membimbing orang-orang yang dirahmati di seluruh dunia jika engkau menemui bulan Ramadhan, basuhlah hatimu dan jiwamu di dalam tamannya.
Perbaharui janjimu dan isi kembalilah tenagamu.

*Dari shahih Muslim 26:25
Hasan:Abu Daud, diriwayatkan oleh Al Hafidz Al Iraqi dalam Takhrijul Ikhya


Akhir Kata Semoga tulisan diatas bermanfaat bagi teman-teman semua dan tentunya menambah Ilmu pengetahuan Kita. Sesungguhnya Manusia tidak akan puas dengan yang ada di dunia hingga yang akan selalu kekal adalah ILMU yang bermanfaat.

Salam,



  

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment